Canangkan 100 Persen Sampah Terkelola di Tahun 2029, 340 TPA Masih Open Dumping

Canangkan 100 Persen Sampah Terkelola di Tahun 2029, 340 TPA Masih Open Dumping
ANTARA FOTO/Aprillio AkbarAnggota Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi Tricula Tambak Lorok membersihkan sampah di Pantai Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah, Ahad (8/2/2026).

Cimahi,sorotkabar.com - Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Agus Rusly menyebutkan, lebih dari 340 tempat pembuangan sampah (TPA) di Indonesia masih menggunakan open dumping meskipun sudah dilarang.

Larangan open dumping atau pembuangan secara terbuka itu diatur dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Pihaknya pun sudah mengarahkan agar konsepnya diubah menjadi sanitary landfill sesuai amanat aturan tersebut.

"Jadi lebih dari 340 TPA masih open dumping. Itu tantangan buat kita semua untuk mendorong mengelola sampah sejak dari rumah, jadi hanya sedikit saja sampah yang dibuang ke TPA, dikelola dengan baik dengan sanitary landfill," kata Agus usai menghadiri Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di eks TPA Leuwigajah, Kota Cimahi Sabtu (21/2/2026).

Pemerintah, jata dia, sudah mencanangkan target tahun 2029 seluruh sampah di Indonesia harus terkelola 100 persen sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025. Target pengelolaan sampah hingga 100 persen tahun 2029 juga menjadi bagian program yang sudah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

"Arahannya sesuai dengan di RPJMN 2025-2029 pada tahun 2029 itu 100 persen sampah terkelola. Artinya, semua bisa dikendalikan sampahnya," kata dia.

Dia mengungkapkan, sampah yang dihasilkan dan dikelola setiap harinya di seluruh Indonesia bisa mencapai 140 ribu ton. Dari total timbulan sampah itu, kata Agus, yang bisa dikelola di setiap kota dan kabupaten di seluruh Indonesia baru sekitar 25 persen saja.

"Kalau secara nasional, saat ini sampah yang kita bisa kelola setiap hari Indonesia menghasilkan lebih dari 140 ribu ton setiap harinya.

Dari 140 ribu ton tersebut kita semua kota kabupaten itu baru bisa mengelola sekitar 25 persen. Artinya sekitar 35.000 ton saja yang bisa dikelola," ungkap dia.

Dia melanjutkan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah sudah bersinergi dan menyiapkan berbagai langkah untuk mewujudkan pengelolaan sampah di tahun 2009.

Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) juga terus digalakan di tengah-tengah masyarakat.

"Program kita adalah bagaimana mengoptimalisasi fasilitas yang ada. Kemudian yang kedua, mengaktifkan fasilitas yang tidak jalan dan yang ketiga, membangun kembali fasilitas yang belum ada di banyak kota, RW, kabupaten, dan sebagainya. Sehingga kita ingin yakin benar Pak Presiden mencanangkan Gerakan Indonesia ASRI agar 100 persen sampah terkelola," ujar Agus.

Pihaknya secara khusus mengapresiasi langkah Pemkot Cimahi yang sudah mengelola sampah di wilayah hingga 50 persen dari total 250 ton sampah yang dihasilkan setiap harinya.

"Minimal 50 persen sampah yang kita hasilkan di rumah kita masing-masing itu berupa bahan organik atau sampah organik yang kita bisa buat kompos, bisa buat pupuk organik cair, bisa buat biodigester maupun kita bisa buat budidaya maggot. Sehingga selesai 50 persen," kata dia.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index